Sabtu, 13 Juli 2013

Indukan Kelinci

Rencana Awal saya dalam beternak kelinci yaitu memelihara 100 ekor indukan kelinci lokal/ Pedaging.  Alasanya kenapa memulai usaha dengan kelinci lokal :
1. harganya relatif lebih murah dari kelinci hias.
2. Modal awal jadi lebih murah.
3. Penyerapan di pasar juga lebih cepat karena kelinci lokal bisa dimiliki oleh semua kalangan dengan harga yang terjangkau.

Setelah 1 minggu pembuatan kandang, datang indukan gelombang pertama 50 ekor kelinci lokal.  Ternyata untuk kelinci lokal tersebut ada beberapa ekor jenis bligon (postur lebih besar), silangan dengan Fuzzy lop (kupingnya turun), silangan anggora (berbulu tebal) juga warna bulu 'satin'.

Setelah berdiskusi dengan partner saya, untuk indukan gelombang ke-2 saya putuskan untuk mencampur beberapa ekor jenis kelinci hias, dengan rincian 40 lokal, 6 Fuzzy lop, 3 English anggora, 3 rex.

Untuk perbandingan jantan betina awalnya kami berencana mengambil 10 jantan dan 90 betina  ini sesuai usulan partner saya dengan perbandingan jantan : betina maximal 1 : 10.  Namun karena dalam perkembangan kami memasukan jenis lain maka komposisi jantan betina otomatis berubah. karena untuk jenis hias (FL, EA dan Rex) masing-masing ada 1 pejantan, sementara untuk betina-nya saya belum bisa pasok lebih banyak.

Berselang 1 minggu setelah gelombang pertama, datang indukan kelinci gelombang ke-2, dengan komposisi campuran antara lokal dan hias.

Langsung saja, cekidot penampakan indukan kelincinya :

Tepat hari ini saya posting tulisan ini, saya berduka. setelah 1 minggu indukan gelombang 2 ada satu ekor yang mati. jenis lokal bligon.  Penyakit dari mata keluar cairan dan tidak bisa membuka, kata partner saya itu penyakit sudah dari sana. semoga saja bisa di klaim kembalikan (return) ke pembelinya.

Dari perjalanan 3 minggu saya memulai usaha, saya mulai mengerti bagaimana dinamika menjalani usaha budidaya kelinci ini. Dari mulai rencana pembuatan kandang yg over budget, berbagai macam indukan kelinci, target produksi, pemasaran nantinya, resiko penyakit sampai kematian dari musim/cuaca, pakan dll.

Dari situ saya ambil Ibroh/pelajaran; bahwa "Tidak ada yang Mudah, dan tidak ada yang Susah"
Tidak mudah seseuai dengan yang kita bayangkan dan rencanakan, banyak tantangan dan diluar perhitungan.
Tapi juga bukan tidak mungkin, karena memang semua perlu usaha dan kerja keras.

Ya Allah, berilah kami kekuatan untuk menjalani usaha ini.
Ya Allah, berilah kami kemampuan untuk melewati rintangan yang kami hadapi.
Semoga Engkau memberikan kami kemudahan dalam mencapai target-2 yang kami canangkan.
Amien Ya Robal álamin.

Sabtu, 06 Juli 2013

Contact dan Lokasi zanay rabbit



Kampung Nagrok - Cicalengka, Kabupaten Bandung

Lokasi Zanay Rabbit Klik Disini

Untuk informasi lebih jelas Hub. Muji 0896 5511 7996

Kamis, 04 Juli 2013

Pembuatan Kandang Kelinci

Dalam hal ini saya tidak banyak mengulas pembuatan kandang secara detail teknis.  Tapi lebih ke proses pembuatan kandang secara subyektif dari sudut pandang saya.

Lokasi bakal Kandang :


Kandang kelinci ini saya rencanakan untuk 100 ekor kelinci. Jumlah ini setelah saya dan partner saya ardi pertimbangkan paling pas dalam memulai menjalankan beternak atau budidaya kelinci. Untuk ukuran kandang per ekornya saya serahkan pada ardi yaitu p x l x t : 60cm x 60cm x 50.

Untuk pembuatan kandang kelinci ini sebagian besar rangka nya saya pergunakan kayu kaso + reng, lantainya menggunakan bambu dan dinding belakang serta sekat menggunakan papan GRC mix dg bambu, pintu dengan ram kawat/strimin dibingkai dengan kayu reng, dan atapnya kebetulan ada sisa genteng metal bekas bongkaran ditambah kekuranganya dengan asbes gelombang.

Sementara dibawah lantai bambu, kami taruh pet (semacam karpet kedap air) yang berfungsi agar sisa makanan, kotoran dan urin tidak jatuh ke kelinci yang ada di bawahnya, juga berfungsi untuk mengarahkan dan menampung urin ke tempat yang kita inginkan.

Karena dalam bisnis kelinci, selain kelinci nya yang kita manfaatkan, ternyata kotoran dan urin juga bernilai ekonomis. kotoranya bisa kita pakai buat pupuk kandang, sementara urin nya bisa kita jual atau kita buat sendiri sebagai bahan baku pupuk tanaman.

Proses Pembuatan Kandang :


Pembuatan kandang ini ternyata memakan biaya yang tidak sedikit dari modal awal saya. Dari perhitungan rencana awal biaya kandang paling 30 % ternyata dalam pelaksanaanya mencapai 50% dari modal awal.

Tahap I pembuatan kandang sudah selesai, selama satu minggu siap untuk menampung 50 ekor indukan kelinci.  Untuk 50 ekor kandang tahap II untuk rangka dan lantainya juga sudah selesai, tinggal beberapa sekat, penampungan urin dan pintu yang belum selesai.

Tahap I Selesai:


Untuk lokasi kandang, sekelilingnya saya tutup dengan menggunakan bilik bambu, fungsinya selain untuk keamanan juga untuk melindungi kelnci dari terpaan angin secara langsung.  karena kelinci rentan "masuk angin"

Saat ini setelah dua minggu pembuatan kandang (hari ke -14) masih tersisa beberapa bagian yang belum selesai, karena memang untuk tahap II saya putuskan untuk penyelesaian kandang tidak lagi menggunakan 2 tukang seperti tahap I, tapi dikerjakan sendiri sama ardi disela-2 mengurus kebutuhan dan produksi kelinci di bantu beberapa anak-anak putus sekolah yang biasa nongkrong deket lokasi kandang. Sengaja memang kami merangkul mereka, dengan harapan bisa mendidik ke hal-2 yang positif.  untuk upah mereka kadang dengan memberi makan, minum + rokok dan sedikit uang jajan buat mereka.

Rencanaya dalam 2 hari kedepan akan sampai 50 kelinci tahap ke-2, pembuatan kandang kelinci pun kembali kami geber dengan mengerah kan anak-anak "rege" agar pas datang klinci sudah siap kandangnya.

Ini ane gan, lg nongkrong... :-)

Terakhir kami berharap semoga usaha ini dapat berjalan dan berproduksi sesuai dengan yang kami harapkan. Dapat bermanfaat buat saya, keluarga dan orang-orang disekitar kami.
Ya Allah, sesungguhnya kami hanya bisa berusaha, berikhtiar dan berdo'a.
Selanjutnya hasilnya kami serahkan kepada-Mu yang maha berkuasa dan berkehandak.
Amien...